Rabu, 10 Juni 2026

Adab dan Ilmu? => This post changed me a lot...

increase me in knowledge
"Increase me in knowledge"

Etika Utama Sang Pencari Ilmu

Banyak orang bisa menjadi cerdas, namun tidak semua orang bisa menjadi bijak. Perbedaannya terletak pada etika atau adab saat mereka menuntut ilmu. Tanpa etika, ilmu yang didapat seringkali hanya menjadi beban pikiran, bukan penerang jalan.

Berikut adalah 3 pilar utama etika dalam mencari ilmu:

1. Menjaga Niat (Ikhlas)

Segala sesuatu dimulai dari niat. Mencari ilmu sebaiknya didasari keinginan untuk memperbaiki diri dan memberi manfaat bagi orang lain, bukan sekadar untuk menyombongkan diri atau mencari pengakuan (validasi). Niat yang tulus membuat proses belajar yang berat terasa lebih ringan.

2. Memuliakan Guru dan Sumber Ilmu

Ilmu tidak datang dari ruang hampa. Ada perantara di sana, baik itu guru, mentor, atau bahkan buku yang kita baca. Menghargai mereka bukan berarti tunduk buta, melainkan memberikan rasa hormat atas waktu dan dedikasi yang mereka berikan. Dengan menghargai sumbernya, ilmu akan lebih mudah "meresap" dan membawa berkah.

3. Rendah Hati (Humble)

Gelas yang penuh tidak akan bisa diisi air lagi. Begitu juga dengan pikiran. Jika kita merasa sudah tahu segalanya, maka pintu pengetahuan akan tertutup. Seorang pencari ilmu yang sejati selalu merasa "lapar" dan tidak malu untuk bertanya atau mengakui kesalahannya.

"Ilmu itu ada tiga tahapan: Tahap pertama membuat sombong, tahap kedua membuat rendah hati, dan tahap ketiga membuat seseorang merasa tidak tahu apa-apa." 

Ilmu tanpa etika ibarat api tanpa lentera, ia bisa membakar tapi tidak menerangi. Dengan menjaga adab, ilmu yang kita pelajari tidak hanya tersimpan di kepala, tapi juga tercermin dalam karakter dan perilaku sehari-hari. 

Surah Taha 114 

surah taha ayat 114
Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Janganlah engkau (Nabi Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai pewahyuannya kepadamu dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

 

Poin-Poin Penting:

1. Larangan Tergesa-gesa 
Di awal ayat ini, Allah mengingatkan Nabi agar tidak terburu-buru membaca Al-Qur'an sebelum Jibril selesai menyampaikannya. Secara filosofis, ini mengajarkan kita bahwa dalam mencari ilmu, ketenangan dan kesabaran adalah kunci. Jangan ingin cepat selesai, tapi kejarlah pemahaman.

2. Kerendahan Hati di Hadapan Ilmu 
Meskipun Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling cerdas dan bijaksana, Allah tetap memerintahkan beliau untuk berdoa meminta tambahan ilmu. Ini adalah teguran bagi kita: setinggi apa pun pendidikan kita, kita harus tetap merasa "haus" dan mengakui bahwa ilmu Allah itu luasnya tak terbatas.

3. Ilmu yang Bertambah, Bukan Sekadar Hafal 
Kata "Zidnii" (tambahkanlah padaku) bukan hanya soal kuantitas (jumlah informasi), tapi juga kualitas (pemahaman dan keberkahan). Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuat kita semakin mengenal kebenaran dan memperbaiki perilaku kita. 

Ayat ini adalah doa "senjata" bagi setiap pelajar atau pencari kebenaran. Ia mengajarkan bahwa proses belajar adalah perjalanan seumur hidup. Ilmu bukan tujuan akhir yang ada batasnya, melainkan jalan mendaki yang butuh bimbingan.

Read more here 

Selasa, 08 April 2025

Daftar Warna Kucing & Terjemahan Awamnya

 

daftar warna kucing & terjemahan awamnya
daftar warna kucing & terjemahan awamnya
warna mata kucing dan cirinya
warna mata kucing dan cirinya


Ringkasan Kerangka dan Pergerakan Kucing

ringkasan kerangka dan pergerakan kucing

1. Gambaran Umum

  • Kucing memiliki 230 tulang, sedikit lebih banyak dari manusia (206).
  • Mereka memiliki 13 pasang tulang rusuk (manusia memiliki 12).
  • Tulang selangka (klavikula) ada, tetapi tidak melekat pada tulang lain, sehingga kucing lebih fleksibel.
  • Tulang terdiri dari korteks (lapisan luar yang kaku) dan rongga sumsum (menghasilkan sel darah merah).

2. Bagian Utama Kerangka

  • Tulang Belakang: 5 bagian – servikal (7), toraks (13), lumbal (7), sakral (3, menyatu), dan kaudal (18-23, ekor).
  • Tulang Rusuk & Sternum: 13 pasang rusuk melekat pada tulang belakang toraks, membentuk dada yang melindungi jantung dan paru-paru.
  • Tengkorak: Terdiri dari tulang-tulang yang menyatu, mengandung sinus, maxilla (rahang atas), dan mandibula (rahang bawah).
  • Gigi: Kucing dewasa memiliki 30 gigi, sementara anak kucing memiliki 26 (tanpa geraham).

3. Struktur Kaki

  • Kaki Depan: Skapula (bahu), humerus, radius, ulna, karpus (pergelangan tangan), metakarpus, falang (jari).
  • Kaki Belakang: Panggul, femur (paha), patela (tempurung lutut), tibia, fibula, tarsus (pergelangan kaki), metatarsus, falang (jari).

4. Persendian & Gerakan

  • Persendian:
    • Bola dan soket (pinggul, bahu) memungkinkan gerakan ke segala arah.
    • Sendi engsel (siku, lutut) hanya memungkinkan gerakan maju-mundur.
  • Ligamen menghubungkan tulang ke tulang, sementara tendon menghubungkan otot ke tulang.
  • Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan sendi.

5. Pola Gerakan Kucing

  • Kucing memiliki beberapa jenis cara berjalan:
    • Jalan: Pola 4 ketukan (setiap kaki menyentuh tanah secara bergantian).
    • Trot: Pola 2 ketukan (kaki depan dan belakang yang berlawanan bergerak bersamaan).
    • Lari: Pola 3 ketukan.
    • Pace (kurang umum): Kaki depan dan belakang di sisi yang sama bergerak bersamaan.
  • Kerangka kucing memberikan struktur, perlindungan, dan fleksibilitas, memungkinkan mereka mendarat dengan kaki saat jatuh.

6. Cedera Umum

  • Kucing sering mengalami patah tulang akibat kecelakaan, terutama di kaki depan, kaki belakang, dan panggul.

Klasifikasi Ras Kucing (Singkat + Ciri Umum)

 klasifikasi ras kucing

klasifikasi ras kucing, asal, ciri, kepribadian


Selasa, 08 Oktober 2019

Alphabet in Hollerith Code

Hollerith Code was devised by Herman Hollerith in 1888, a code for relating alphanumeric characters to holes in a punched card. The machine was developed to help process data for the 1890 U.S Census. Hollerith invented Punched card, tabulating machine and tabulator.

The punched card was developed in the late nineteenth century by Herman Hollerith. It is called a punched card because data is shown on the card by "punching" or making holes in certain places on the card. Machines for using the punched card were also developed at that time by Hollerith and James Powers, who also worked for the US Census Bureau. Although great technological advances have been made since that time, the punched card is still important in data processing because its code the Hollerith Code is the basis of all modern computer codes.

A punched card is also called a unit record because each card represents one complete unit of information. Data are shown on a punched card according to a system developed by Herman Hollerith. This system is called the Hollerith Code. The punched card is divided into 80 vertical columns, columns that go from top to bottom. For this reason, it is also referred to as an 80-column card. The numbers 1 to 80 are written at the bottom of the card to show this division. Each card can hold 80 characters (numbers, letters, or symbols) of data. There are twelve horizontal rows on the punched card which go from side to side. Rows 0 to 9 are written directly on the card. Punched card users understand that rows 11 and 12 are above row 0. Although no numbers are written there, punched holes can be made in each of the 80 columns of rows 11 and 12. The top of the card is called the 12-edge and the bottom of the card is called the 9-edge. This fact should be remembered because in some card readers the 12-edge is put in first and in other the 9-edge is inserted first.

Rows 0 to 9 on the punched card are called digit rows, and rows 0, 11, and 12 are called zone rows. Row 0, therefore, can be either a zone row or a digit row, but not both at the same time. If a digit (a single character number from 0 to 9) is needed, one rectangular punch, or hole, is made in a column. If a column has only one punch in a digit none in a zone row, we know that the data in that column is a number.

It is useful to become familiar with the Hollerith Code not only in order to be able to "read" a punched-card if necessary, but also because it provides a basis for the coding system used in digital computers. According to the Hollerith Code, an alphabetic character (a letter) is represented by two punches in one column; one punch is in a digit row (1 to 9), and one punch is in a zone row. The letter "A," for example, is represented by a punch in zone row 12 and digit row 1. The code for alphabetic characters is as follows: 

LetterZone-digittoZone-digit
A to I12-1to12-9
J to R11-1to11-9
S to Z0-2to0-9
Table 1: Alphabetic Character

Special symbols (S, =, %, etc.) are shown by three punches, one in a zone row and two in digit rows.
A 96-column card has also been developed and is used with certain 5 IBM systems. This card is smaller than the 80-column card and can hold more data. The code used with the 96-column card is based on the Hollerith Code and is called BCD (Binary Coded Decimal).
Correct me if I'm wrong.

Source: English for Computer Science McGraw-Hill

alphabet in hollerith code

Reposted 👻

Sabtu, 08 Oktober 2016

Air

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi,

Air mempunyai sifat-sifat:
  • Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
  • Bentuknya tidak tetap, selalu berubah-ubah sesuai bentuk wadah dimana air berada
  • Memberikan tekanan ke segala arah
  • Permukaannya mendatar/rata
  • Meresap melalui celah-celah kecil
  • Bila dipanaskan, akan berubah wujud menjadi uap
  • Bila didinginkan akan berubah wujud, membeku
  • Kegunaan air bagi kehidupan:
  • Untuk mengairi sawah
  • Menggerakkan turbin pembangkit listrik
  • Untuk sarana transportasi
  • Air minum
Benda yang dimasukkan ke dalam air mengalami:
  • Terapung
  • Melayang
  • Tenggelam
Terapung:
Benda dikatakan terapung apabila benda itu berada diantara permukaan dan dasar zat cair
Suatu benda akan terapung jika berat benda lebih kecil dibandingkan tekanan air yang diterimanya (berat<tekanan)
Contoh: kapal layar yang sedang melaju

Melayang:
Benda dikatakan melayang apabila benda itu berada diantara permukaan dan dasar zat cair
Suatu benda akan melayang dalam air jika berat benda itu sama dengan tekanan air yang diterimanya, atau berat jenisnya sama dengan berat jenis air (berat=tekanan)
Contoh: kapal selam

Tenggelam:
Benda dikatakan tenggelam apabila benda itu berada didasar zat cair
Suatu benda akan tenggelam jika berat benda itu lebih besar dibandingkan tekanan air yang diterimanya (berat>tekanan)
Contoh: batu, besi

Benda tenggelam jika:

Berat Jenis benda > Berat Jenis zat cair

Benda melayang jika:

Berat Jenis benda = Berat Jenis zat cair

Benda terapung jika:

Berat Jenis benda < Berat Jenis zat cair

Hukum Archimedes:
Sebuah benda jika dimasukkan kedalam air akan berkurang beratnya sebesar berat zat cair yang dipindahkan.

Air dapat berbentuk dalam tiga wujud:
Gas
Cair
Padat

  • Pengembunan ialah perubahan wujud gas ke cair
  • Penguapan ialah perubahan wujud cair ke gas
  • Pembekuan ialah perubahan wujud cair ke padat
  • Pencairan ialah perubahan wujud padat ke cair
  • Penyubliman ialah perubahan wujud padat ke gas

Istilah-istilah berhubungan dengan air:
Salju
Gletser
Anomali air
Erosi glasial
Geyser
Air suling
Erosi
Abrasi

  • Salju: uap air yang membeku jatuh sebagai hujan berbentuk kapas. Biasanya terdapat di daerah iklim dingin.
  • Geyser: sumber air panas yang memancar dari dalam bumi.
  • Gletser: runtuhan salju yang bergerak seperti banjir
  • Air suling: uap air yang dikumpulkan (air murni) contoh, akuades. 
  • Anomali air: sifat aneh air, yaitu volume terkecilnya pada suhu 40 C. Artinya pada suhu atau dibawah 40 C isi (volumenya) mengembang.
  • Erosi: pengikisan lapisan tanah yang gundul oleh air.
  • Erosi glasial: pengikisan oleh salju.
  • Abrasi: pengikisan bibir pantai oleh ombak/air laut.