Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Adab Sebelum Ilmu?

Etika Utama Sang Pencari Ilmu Banyak orang bisa menjadi cerdas, namun tidak semua orang bisa menjadi bijak. Perbedaannya terletak pada etika atau adab saat mereka menuntut ilmu. Tanpa etika, ilmu yang didapat seringkali hanya menjadi beban pikiran, bukan penerang jalan. Berikut adalah 3 pilar utama etika dalam mencari ilmu: 1. Menjaga Niat (Ikhlas) Segala sesuatu dimulai dari niat. Mencari ilmu sebaiknya didasari keinginan untuk memperbaiki diri dan memberi manfaat bagi orang lain, bukan sekadar untuk menyombongkan diri atau mencari pengakuan (validasi). Niat yang tulus membuat proses belajar yang berat terasa lebih ringan. 2. Memuliakan Guru dan Sumber Ilmu Ilmu tidak datang dari ruang hampa. Ada perantara di sana, baik itu guru, mentor, atau bahkan buku yang kita baca. Menghargai mereka bukan berarti tunduk buta, melainkan memberikan rasa hormat atas waktu dan dedikasi yang mereka berikan. Dengan menghargai sumbernya, ilmu akan lebih mudah "meresap" dan membawa berkah. 3....

Menyelaraskan Zahir dan Batin

Dalam berbagai tradisi filsafat dan spiritual, eksistensi manusia sering dibagi menjadi dua dimensi utama: 1. Apa itu Zahir? Zahir merujuk pada segala sesuatu yang bersifat tampak, fisik, dan lahiriah . Ini mencakup: Cara berpakaian dan berpenampilan. Tindakan nyata yang dilihat orang lain. Kesehatan fisik dan pencapaian materi. Zahir adalah "wajah" kita di hadapan dunia. Penting untuk menjaga dimensi ini karena ia mencerminkan disiplin dan rasa hormat kita terhadap diri sendiri dan orang lain. 2. Apa itu Batin? Batin adalah wilayah internal, spiritual, dan emosional . Ini adalah tempat bagi: Niat dan kejujuran hati. Kesehatan mental dan ketenangan jiwa. Keyakinan serta nilai-nilai moral yang kita pegang. Batin adalah "akar" dari pohon kehidupan. Jika akarnya kuat dan sehat, maka buah (tindakan lahiriah) yang dihasilkan pun akan baik. 3. Pentingnya Keselarasan Masalah sering muncul ketika terjadi ketimpangan. Seseorang yang hanya fokus pada Zahir mungkin terlihat s...