Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Cinta dipucuk ulam pun tiba

Ungkapan "cinta dipucuk ulam pun tiba" adalah peribahasa Melayu yang menggambarkan suatu keberuntungan atau kejadian yang sangat diharapkan akhirnya menjadi kenyataan, sering kali dengan cara yang tidak terduga. Secara harfiah: Cinta: Kasih sayang atau keinginan yang kuat. Di pucuk ulam pun tiba: Sesuatu yang diidamkan (pucuk ulam, yakni makanan enak) akhirnya didapatkan. Maknanya: Ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan bahagia saat harapan atau doa seseorang terpenuhi, terutama dalam konteks cinta atau kebahagiaan. Misalnya, seseorang mendapatkan pasangan yang sudah lama diinginkan, atau hal baik yang sudah ditunggu akhirnya datang tanpa usaha yang berlebihan. Peribahasa ini menonjolkan unsur kejutan yang menyenangkan dalam hidup.  Padanan ungkapan "cinta dipucuk ulam pun tiba" dalam bahasa Inggris bisa disampaikan dengan beberapa frasa yang memiliki makna serupa, yaitu keberuntungan atau harapan yang terwujud tanpa diduga. Beberapa contohnya: ...

Endless Hours Between Earth and Stars

If sleep were lost to endless skies, I’d walk where earth and starlight rise. I’d touch the moon, and feel its glow, And trace the stars where secrets flow. Among the trees, I’d softly tread, With leaves that whisper things unsaid. I’d climb the peaks, where winds are free, And drink the air, so wild and free. Beneath the sun, on rolling hills, I’d watch the quiet river spill. In endless time, I’d watch the sky, As comets race, and eagles fly. With each new dawn, I’d wander wide, And listen to the ocean’s tide. In galaxies, I’d find my place, Where stars align in endless grace.