1. Gambaran Umum
- Kucing memiliki 230 tulang, sedikit
lebih banyak dari manusia (206).
- Mereka memiliki 13 pasang tulang rusuk (manusia
memiliki 12).
- Tulang selangka (klavikula) ada, tetapi tidak
melekat pada tulang lain, sehingga kucing lebih fleksibel.
- Tulang terdiri dari korteks (lapisan
luar yang kaku) dan rongga sumsum (menghasilkan sel darah
merah).
2. Bagian Utama Kerangka
- Tulang Belakang: 5 bagian – servikal (7),
toraks (13), lumbal (7), sakral (3, menyatu), dan kaudal (18-23, ekor).
- Tulang Rusuk & Sternum: 13 pasang rusuk
melekat pada tulang belakang toraks, membentuk dada yang melindungi
jantung dan paru-paru.
- Tengkorak: Terdiri dari tulang-tulang yang
menyatu, mengandung sinus, maxilla (rahang atas), dan mandibula (rahang
bawah).
- Gigi: Kucing dewasa memiliki 30 gigi,
sementara anak kucing memiliki 26 (tanpa geraham).
3. Struktur Kaki
- Kaki Depan: Skapula (bahu), humerus, radius,
ulna, karpus (pergelangan tangan), metakarpus, falang (jari).
- Kaki Belakang: Panggul, femur (paha), patela
(tempurung lutut), tibia, fibula, tarsus (pergelangan kaki), metatarsus,
falang (jari).
4. Persendian & Gerakan
- Persendian:
- Bola dan soket (pinggul, bahu)
memungkinkan gerakan ke segala arah.
- Sendi engsel (siku, lutut) hanya
memungkinkan gerakan maju-mundur.
- Ligamen menghubungkan tulang ke tulang,
sementara tendon menghubungkan otot ke tulang.
- Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan
sendi.
5. Pola Gerakan Kucing
- Kucing memiliki beberapa jenis cara berjalan:
- Jalan: Pola 4 ketukan (setiap kaki
menyentuh tanah secara bergantian).
- Trot: Pola 2 ketukan (kaki depan dan
belakang yang berlawanan bergerak bersamaan).
- Lari: Pola 3 ketukan.
- Pace (kurang umum): Kaki depan dan
belakang di sisi yang sama bergerak bersamaan.
- Kerangka kucing memberikan struktur,
perlindungan, dan fleksibilitas, memungkinkan mereka mendarat dengan
kaki saat jatuh.
6. Cedera Umum
- Kucing sering mengalami patah tulang akibat
kecelakaan, terutama di kaki depan, kaki belakang, dan panggul.
